Warga Timor Leste Ikut Operasi Mata Gratis di Kabupaten Malaka

Warga Timor Leste Ikut Operasi Mata Gratis di Kabupaten Malaka
Betun - Berbekal kartu nama dan beberapa dokumen pendukung lainnya, enam orang warga Distrik Suai, Timor Leste mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Enam warga Timor Leste itu bergabung bersama ratusan warga Kabupaten Malaka mengikuti pelayanan kesehatan mata berupa operasi katarak dan pembagian kacamata baca.

Acara selama tiga dua hari yakni 20-22 Juli 2017 ini digelar oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Palang Merah Indonesia Pusat, NTT dan Kabupaten Malaka yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Kartini Kupang, .

Salah seorang pasien asal Timor Leste Maria Monis Bareto (55) mengaku mengetahui adanya pengobatan mata gratis itu melalui teman anaknya yang bekerja di Palang Merah Internasional Timor Leste.

“Setelah mengetahui informasi adanya operasi mata gratis, saya bersama lima orang asal Distrik Suai langsung menyiapkan dokumen berupa surat-surat dan identitas diri lainnya dan datang berobat ke Rumah Sakit Betun,” kata Bareto kepada Kompas.com, Sabtu (22/7/2017).

Dari enam orang warga Timor Leste yang datang. lanjut Bareto, hanya ia sendiri yang menjalani operasi katarak. Sedangkan lima orang rekannya yang lain hanya menjalani pembersihan mata dan mendapat kaca mata.

Dia mengaku, di daerahnya di Distrik Suai memang ada rumah sakit, tapi belum ada dokter ahli penyakit mata sehingga ia pun mengambil kesempatan ini untuk berobat secara gratis di Indonesia. Dia pun berharap, jika ada lagi pengobatan gratis di wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Malaka, maka ia akan datang bersama lebih banyak lagi warga dari Timor Leste.

Wakil Bupati Malaka Daniel Asa mengatakan, pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada ICRC dan PMI yang telah menggelar kegiatan itu, karena bisa mengurangi prevelensi katarak dan penyakit mata di wilayah Malaka.

Dengan adanya banyak warga Timor Leste yang mengikuti kegiatan itu, Daniel mengaku ikut berbangga. “Kita di sini namanya rumah sakit penyangga perbatasan, jadi kita juga bisa melayani saudara-saudara kita yang berada di Timor Leste. Tidak ada syarat khusus bagi warga Timor Leste. Yang penting mereka bisa membawa dokumen yang lengkap," ujarnya.

Menurut Daniel, wilayah Kabupaten Malaka sudah menerapkan pengobatan gratis bagi warganya. Syaratnya, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk.

Cooperation Programme Manager ICRC Freddy Nggadas mengapresiasi inisiatif PMI Pusat maupun PMI Provinsi NTT dan Kabupaten Malaka untuk mengurangi kebutaan karena katarak di Malaka.

”ICRC melihat bahwa provinsi di Indonesia Timur memiliki penderita katarak di atas rata-rata preverensi Indonesia. Karena itu ICRC bekerja sama dengan Pemda setempat mendukung PMI dalam kegiatan ini,” kata Freddy.

Di tempat yang sama, Dokter Ahli Penyakit Mata dari Rumah Sakit Kartini Kupang Dr Enike Cahyaningsih menyebutkan bahwa penderita katarak di Kabupaten Malaka saat ini cukup tinggi, sehingga kegiatan ini menjadi motivasi agar bisa meminimalisir angka penderita sakit mata dan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.

“Upaya yang kita lakukan ini sangat membantu dan masyarakat antusias karena kita langsung selesaikan masalah utamanya soal kebutaan akibat katarak. Kita langsung lakukan operasi dan pasien-pasien lain juga kita layani,” ujarnya.

Enike berharap agar pemerintah daerah Malaka bisa terus secara rutin menggelar aksi ini karena angka penyakit mata di Malaka cukup tinggi.

Untuk diketahui, dalam kegiatan itu, pada hari pertama, jumlah warga yang diperiksa ada 123 warga dan yang menjalani operasi mata sebanyak 48 orang dan mendapat kacamata 112 orang.

Selanjutnya pada hari kedua, jumlah warga yang diperiksa sebanyak 169 orang dan yang menjalani operasi sebanyak 48 orang serta yang mendapat kacamata sebanyak 112 orang.



-  © KOMPAS  -
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.