Anak Indonesia Kurang Minum Air Mineral

Anak Indonesia Kurang Minum Air Mineral
Jakarta - Menurut riset yang dilakukan European Journal of Nutrition di 13 negara, 1 dari 4 anak Indonesia kurang minum air, di mana 30 persen yang dikonsumsi bukanlah air mineral. Padahal anak usia 4–6 tahun membutuhkan 1,2 liter air mineral per hari, dan usia 7–9 tahun membutuhkan 1,5 liter air mineral.

Senada dengan riset tersebut, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Budi Wiweko, Sp.OG mengungkapkan, bahwa perkembangan penyakit degeneratif mengalami peningkatan di Indonesia.

Beberapa penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan di antaranya adalah darah tinggi, kencing manis dan gagal ginjal.

“Angka penyakit degeneratif saat ini cukup memberatkan pemerintah, terutama dari sisi pembiayaan kesehatan,” kata dr. Budi dalam konferensi pers dengan tema Membangun Kebiasaan Minum Sehat Sejak Dini, di Jakarta, Senin (24/7/2016).

“Penyakit degenaratif bisa meningkat salah satunya karena perilaku yang tidak baik. Dan yang berkontribusi di dalamnya adalah perilaku dalam hal mengonsumsi air putih yang sehat dalam jumlah yang cukup,” lanjutnya.

Sementara itu, merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Budi mengungkapkan bahwa banyak masyarakat Indonesia telah melewati batas harian gula yang boleh dikonsumsi.

“WHO membatasi konsumsi gula tidak boleh lebih dari 10 persen dari minuman. Dan itu sangat terkait dengan kebiasaan minum air putih yang sehat sejak anak-anak, itu kenapa kita perlu menanamkan kebiasaan minum air yang sehat sejak dini,” tuturnya.

Hampir seluruh komponen tubuh terdiri dari air untuk melakukan proses metabolisme. Tak hanya itu, air mineral juga berperan penting untuk perkembangan otak. Semakin muda usia seseorang, semakin banyak tubuh membutuhkan air.

“Pada anak-anak, 70 persen komponen tubuhnya terdiri dari air. Dewasa berkurang (menjadi) 60 persen. (Usia) tua makin berkurang, makin tua makin kering menjadi 50 persen. Kulit pun terlihat lebih keriput,” kata dia.

Menurutnya, jika kebutuhan air anak-anak tidak tercukupi, konsentrasinya akan menurun dan memengaruhi proses metabolisme tubuh. Gangguan kesehatan yang akan terjadi adalah infeksi saluran kemih, batu ginjal dan gangguan memori.

Jika tidak ingin sejumlah penyakit menyerang tubuh kita, kebiasaan minum air mineral yang sehat dan cukup harus menjadi kewajiban. Psikolog Ajeng Raviando menyarankan untuk membentuk kebiasaan minum air mineral sejak dini.

“Membentuk kebiasaan minum air sejak dini tentunya harus dibantu orangtua. Saya sangat menyarankan para orangtua jadilah panutan termasuk dalam minum air,” kata Ajeng.

Ia menyarankan, agar kebiasaan mengonsumsi air mineral bisa berhasil, tempatkan sumber air di beberapa sudut rumah. Cara ini menurutnya akan efektif karena akan menciptakan jejak ingatan yang baik untuk anak.

Mari bangun kebiasaan minum air mineral pada anak. Dengan demikian, risiko penyakit degeneratif pun akan menurun berkat konsumsi air yang cukup.


-  KLIKDOKTER  -
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.